Pages

Bali Google Search

Custom Search

Tuesday, December 22, 2009

UPACARA BAYI BARU LAHIR

Tata pelaksanaan upacara anak yang baru lahir memiliki beberapa tatanan dalam pelaksanaannya yaitu :

A.TATA CARA MENANAM ARI-ARI

Persiapan sebelum memulai menanam ari-ari
1.Air kumkuman secukupnya
2.Boreh gading ( dibuat dari beras dan bangle )
3.Kelapa yang telah terkupas kulit luarnya dan dibelah dua, dan ditulis dengan rerajahan, bagian atas atu penutup dengan “ Ongkara “ dan bagian bawah dirajah dengan tulisan “ Ongkara, Angkara, dan Ahkara “.
4.Serabut ijuk
5.Daun lontar ditulis aksara dasa bayu dengan huruf Bali atau huruf latin dengan tulisan “ Om, i, a, ka, sa, ma, ra, la, wa, ya, ung “.
6.Sebuah ngad dengan panjang 5 cm
7.Batu bulitan atau batu hitam dengan diameter 15 – 20 cm
8.Pohon pandan
9.Batang pohon kanta wali
10.Sanggah tutuan beratap ijuk atau kelopak bambu
11.Air bersih
12.Sebuah kwangen berisi uang bolong 11 kepeng
13.Duri-duri, isin ceraken, anget-anget, dan wangi-wangian

Cara menanam ari-ari
1.Nyalakan dupa untuk memohon perlindungan dan amertha ke hadapan Sang Hyang Ibu Pertiwi dengan mantra :
“ Om ang sri basunari jiwa mertha, trepti paripurna yenamah suaha”.
Ucapan :
Pukulun Sang Hyang Ibu Pertiwi, pinakengulun aminta sih, ingsun angengkap pertiwi, ngulati amendem ari-ari, tan kenang sira keletehan, rinaksanan denira Sang Catur Sanak, manadi pageh uripe di jabang bayi, Om sidhi rastu yenamah suaha.
2.Setelah mengucapkan mantra diatas barulah membuat lubang, selanjutnya ari-ari dicuci dengan air biasa sampai bersih, sesudah itu diusapi dengan boreh gading sampai rata, kemudian dibilas dengan air kumkuman agar bersih. Semua air pencucinya di masukkan kelubang tersebut.
3.Ari-ari dimasukkan kedalam kelapa yang dibelah menjadi dua dan disi ngad, lontar yang telah ditulisi aksara dasa bayu, kewangen yang berisi uang bolong 11 kepeng, duri-duri, isin ceraken, anget-anget, dan wangi-wangian dibungkus dengan serabut ijuk, serta diluar ijuk dibungkus dengan kain putih, dibuat simpul diatasnya, dan dipasangkan kwangen diatasnya.
4.Masukkan ari-ari kedalam lubang atau bangbang dengan muka kwangen kearah halaman rumah. Sambil meletakkan didalam lubang ucapkan mantra dalam hati :
“ Om presadha stiti sarisa sudha yenamah. “
Ucapan :
Ibu pertiwi rumaga bayu, rumaga amrtasanjiwani, amrtani ikang sarwa tumuwuh ………( nama bayi ) moga moga dirgahayusa. Poma poma poma.
Tata letak pembuatan lubang memiliki etika yang berbeda antara bayi wanita dengan bayi laki-laki. Kalau bayi laki-laki ditanam dibagian kanan pintu rumah dari kita menghadap ke halaman rumah, sedangkan bagi bayi perempun dibagian kiri.
5.Setelah ditanam diatasnya ditanami pohon pandan dan batang kantawali, sebatang buluh guna memasukkan air nantinya ke ari-ari tersebut kemudian diletakkan sebuah batu hitam atau batu bulitan.
6.Diatas batu diletakkan sebuah lampu Bali yang telah menyala dan dibiarkan tetap menyala sampai bayi kepus pusar, kemudian ditutup dengan sangkar ayam.
7.Dibagian hulu dari ari-ari ditanam ditancapkan sebuah sanggah tutuan dihiasi dengan bunga merah, lengkap berisi sampian, gantung-gantungan, sebagai stana Sanghyang Maha Yoni.
8.Suguhkan segehan manca warna pada ari-ari sebanyak lima tanding antara lain :
a.Segehan putih satu tanding menghadap ke timur
b.Segehan abang satu tanding menghadap ke selatan
c.Segehan kuning satu tanding menghadap ke barat
d.Segehan ireng satu tanding menghadap ke utara
e.Segehan brumbun satu danding ditengah-tengah menghadap ke timur.
Ucapan :
Sa, ba, ta, a, i, panca butha yenamah suaha, Ndah ta kita Sang Anta Preta, metu saking wetan, Sang Kala metu saking kidul, Sang Bhuta metu saking kulon, Sang Dengen metu saking lor, muah Sang Angga Sakti metu saking madia, mari sira mona mekabehan, ingsun paweh sira tadah saji ganjaran, pilih kabelanira suang-suang, iki tadah sajinira, ngerararis amuktisari, wus amukti sari ingsun aminta kesidianta, tunggunan di jabang bayi sekala niskala, menadi urup waras dirgayusa, Ang Ah mertha bhuta yenamah suaha.
Kemudian percikkan tetabuhan berem dan arak
Selanjutnya setiap hari diatas batu bulitan atau batu hitam disajikan banten nasi segenggam diatas daun dapdap dengan lauk garam dan arang kemudian disiram dengan air selam 42 hari
9.Menghaturkan soda putih kuning, canang sari pada sanggah tutuan, dengan ucapan :
“ Om pakulun paduka Sang Hyang Maha Yoni maka dewaning rare astana ring pelantaran, penyawangan, pinakengulun sang adruwe jabang bayi anganturaken bhakti seprakaraning penek putih kuning, maduluran kesuma, pinakengulun aminta nugeraha, kemit rareningulun rahina kelawan wengi, anulak sarwa ala, sakwehing joti maetmahan jati, Ang…Ah amertha snjiwa ye namah suaha.”
10.Menghaturkan soda pada pelinggih kemulan, dengan tujuan memohon tirtha pasucian kehadapan Hyang Guru dengan mantra :
“ Om guru rupam sadadnyanam, guru pantharanam dewam, guru nama japet sadha, nasti-nasti, dine-dine, Om gung guru paduke byonamah suaha.”
Ucapan “
“ Om pakulun paduka Bhatara Hyang Guru mami angaturaken tadah saji pawitra, aminta nugraha Bhatara tirtha pengelukatan pebersihan, nggenlumulangaken keletehan sariran ipun dijabang bayi, kelukat, kelebur de paduka Bhatara matemahan sarira sudha nirmala yenamah, Om sidhi rastu yenamah suaha. “
11.Tirtha pasucian dipercikkan ketempat sanggah tutuan dan tempat ari-ari, banten buwu, serta dapetan. Selanjutnya bayi dan ibunya diperciki tirtha buwu dan ayabang banten dapetan.

B.MAKNA DAN TUJUAN
Maknan dan tujuan yang terkandung pada upacara saat bayi baru lahir yaitu :
1.Ari-ari
Ari-ari merupakan bagian dari kehidupan sang bayi yang merupakan personifikasi dari Sang Catur Sanak, yaitu :
a.Sang Anta Preta
Sang anta Preta merupakan sebutan dari air ketuban atu yeh nyom sebagai personifikasi saudara tertua dari sang bayi karena air ketuban sebagai pengantar bayi lahir ke dunia.
b.Sang Kala
Sang Kala merupakan sebutan darah yg keluar pada saat melahirkan sebagai sumber energi dari bayi sehingga bayi bisa bergerak aktif untuk keluar dari perut Ibu
c.Sang Bhuta
Sang Bhuta merupakan sebutan untuk selaput ari atau lamas yang membungkus tubuh bayi, berguna sebagai penetralisir suhu udara sebelum lahir maupun saat lahir, sehingga suhunya menjadi seimbang dan sekaligus sebagai sarana pelican saat bayi lahir.
d.Sang Dengen
Sang Dengen adalah sebutan untuk ari-ari atau placenta yang ikut lahir. Karena ari-ari sangat berguna sebagai sumber kehidupan bayi dalam kandungan , sebab ari-ari merupakan transformator dan mediator zat-zat makanan dari Ibu kepada bayi dalam pertumbuhannya sekaligus sebagai selimut dalam menjaga stabilitas suhu tubuh bayi terhadap suhu badan si Ibu
2.Batu hitam atau batu bulitan
Batu bulitan mengandung makna sebagai permohonan kehadapan Sang Hyang Widhi agar sang bayi dianugrahi panjang umur.
3.Pohon Pandan
Pohon pandan diwujudkan sebagai buaya putih sebagai penjaga bayi terhadap gangguan yang bersifat black magic.
4.Lampu Bali
Lampu Bali yang menyala melambangkan Sanghyang Surya Candra, yaitu memiliki kekuatan Widia, oleh karan itu lampu tersebut ditatabkan atu ayab. Mantra : “ Om Ang Ah Surya Candra Gumelar Yenamah swaha. “
5.Sangkar Ayam
Sebagai lambang kekuatan maya Sang Hyang Widhi dan sebagai Cakra Jala ( batas pandang alam semesta ). Bahwa catur sanak merupakan bagian mayanya Sang Hyang Widhi dan merupakan unit kehidupan maya di alam semesta, serta menjadi pelindung bayi
6.Batang Rumput kanta Wali
Sebagia lambang atau niyasa kekuatan asuri sampad, yang merupakan manefistasi Sang Catur Sanak yang disebut malipa malipi, dan sebagai kekuatan pelindung bayi. Apabil sudah masanya bayi akan dipisah menyusui maka batang itulah dipotong getahnya diteteskan pada susu si Ibu.
7.Sanggah Tutuan
Merupakan simbul dari stananya Sang Hyang Maha Yoni sebagai Dewa pengasuh sang bayi
8.Banten Bhuwu
Merupakan banten penyucian terhadap bayi dan ibunya serta lingkungan agar suci dari kecuntakaan atau sebel pada tahap permulaan
9.Banten Dapetan
Mengandung makna dan tujuan sebagai penyapa kehadapan roh suci yang baru reinkarnasi menjadi bayi.

C.UPAKARA
1.Merajaan
Daksina, peras, soda, ketipat kelanan atau banten soda.
2.Ayaban untuk Ibu dan bayi
Banten dapetan asoroh
Banten ajuman putih kuning
3.Upakara penyucian
Banten bhuwu asoroh
4.Upakara di sanggah tutuan
Soda putih kuning
Canang burat wangi
Cangang lenga wangi
5.Untuk di ari-ari
Segehan manca warna asoroh

3 comments:

  1. Sangat membantu informasinya untuk seorang yg baru menjadi ortu... Makasi pak wayan share infonya

    ReplyDelete